monkey

Cute Rocking Baby Monkey

Minggu, 13 Oktober 2019

KERJA ASEPTIK DAN TEKNIK ISOLASI BAKTERI


LAPORAN PRAKTIKUMMIKROBIOLOGI


Gambar terkait

PRAKTIKUM 1

KERJA ASEPTIK DAN TEKNIK ISOLASI BAKTERI

Disusunoleh: 
KELOMPOK 3
Muhammad Sodik 1351810262
Yuni Nawwar Rizky wulandari 1351810278
Zahro Suryana Arief 1351810279
Arlingga Rahmania Lanuari 1351810280
Shintya Bella Aprilia 1351810281
Anis Thohiroh 1351810291
Dyah Ayu Wardani 1351810292
Mirza Elfaryani 1351810293

LABORATORIUM MIKROBIOLGI
AKADEMI FARMASI SURABAYA
2019






   ‘BAB I

      
A.    Latar Belakang
    
 
 Untuk melakukan praktikum mikrobiologi praktikkan harus mengetahui salah satu hal yang penting dalam mikrobiologi yaitu cara membebaskan alat atau media dari mikroba adalah dengan sterilisasi. Teknik aseptis dibutuhkan untuk mencegah ataupun mengurangi kontaminasi yang tidak diinginkan. Prosedur kerja yang dijalankan dalam teknik kerja aseptis biasanya bersifat baku /terstandar. Teknik kerja aseptis dibutuhkan pada pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan mikroorganisme
Dasar digunakannya teknik kerja aseptik adalah banyaknya  mikroorganisme (bakteri atau spora) di udara yang mungkin dapat masuk ke dalam bahan ( media ), peralatan ( cawan, Erlenmeyer, dll), atau mengendap di area kerja. Pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan ini dapat mempengaruhi atau mengganggu hasil dari suatu percobaan/produksi. Mikroorganisme dapat juga ”jatuh” dari tangan operator, sarung tangan atau jas laboratorium karena pergerakan lengan yang relatif cepat. Penggunaan teknik aseptik meminimalisir adanya kontaminasi. Pada kenyataanya teknik aspetis tidak dapat melindungi secara sempurna dari bahaya kontaminan. Namun semakin pengalaman  seseorang dalam melaksanakan pekerjaan maka semakin sedikit  resiko terjadinya kontaminasi.

B.  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana teknik kerja aseptik ?
2.      apa saja teknik dalam isolasi mikroba ?
3.      Bagaimana menggunakann teknik-teknik dalam isolasi mikroba ?
C. Tujuan
1.      Mahasiswa dapat bekerja dengan menggunakan teknik kerja aseptik
2.      Mahasiswa dapat mengetahui teknik-teknik dalam isolasi mikroba
3.      Mahasiswa dapat menggunakan teknik-teknik dalam isolasi mikroba
D. Manfaat
1.      Mahasiswa mampu memahami cara kerja teknik aseptik
2.      Mahasiswa mampu memahhami teknik-teknik dalam isolasi mikroba
3.      Mahasiswa mampu memahami cara kerja dengan menggunakan teknik-teknik dalam isolasi mikroba




BAB II
Tinjauan Pustaka
     Isolasi merupakan metode pengambilan mikroorganisme yang terdapat di alam dalam satu media buatan seperti NA (Nutrient Agar) dan NB (Nutrient Broth). Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lain yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Jika sel-sel mikroba ditumbuhkan dalam media padat (NA), maka sel-sel tersebut akan membentuk koloni baru secara terpisah dan mudah untuk dilakukan pengamatan. Tetapi jika sel-sel mikroba ditumbuhkan dalam media cair (NB), sel-sel mikroba tersebut akan sulit dipisahkan karena mereka tidak tinggal tetap ditempatnya.
    Ada beberapa metode isolasi yang dapat digunakan, yaitu yang pertama isolasi tunggal dengan cara mengoleskan bahan yang mengandung mikroorganisme pada suatu kaca penutup dengan menggunakan mikropipet, yang kemudian diteliti dibawah objek mikroskop.Yang kedua Isolasi gores (streak plate) dilakukan dengan cara menggoreskan jarum ose pada media agar secara zig zag. Isolasi gores terdiri dari 3 teknik yaitu goresan T, goresan kuadran, dan goresan sinambung. Yang ketiga adalah isolasi sebar (spread plat) dilakukan dengan cara menebarkan mikroorganisme dalam media padat dengan menggunakan spreader. Yang keempat adalah isolasi tuang dilakukan dengan cara menuangkan microorganism dalam media padat yang masih cair.
     Dalam pengerjaannya dibutuhkan prinsip kerja aseptik yaitu dengan menjaga dan mencegah kontaminan terhadap kultur mikroorganisme yang tidak diinginkan. Sumber kontaminan sendri dapat berasal dari eksplan, mikroba, alat kultur, lingkungan kerja, dan kecerobohan pelaksana.






BAB III
Metodelogi Penelitian

Alat :


·         Cawan petri
·         Kawat ose
·         Jarum inokulasi
·         Tabung reaksi
·         Rak tabung reaksi
·         Otoklaf
·         Oven
·         Bunsen
·         Mikropipet
·         Yellow tip dan blue tip


Bahan :


·         Nutrient Agar
·         Nutrient Broth
·         Eschericia Coli
·         Bacillus subtilis
·         Pseudomonas aeruginosa
·         Staphylococcus aureus



Cra Pengerjaan :
Cara kerja isolasi tunggal
Ø  Melakukan sterilisasi semua alat terlebihh dahulu
Ø  Menyiapkan alat dan bahan
Ø  Meneteskan bakteri pada objek glass dengan menggunakan mikropipet
Ø  Kemudian diteliti dibawah mikroskop

Cara Kerja isolasi gores (streak plate)
Ø  Melakukan sterilisasi semua alat terlebih dahulu
Ø  menyiapkan alat dan bahan
Ø  Membakar kawat ose sampai membara, kemudian menunggu sampai agak dingin
Ø  Memasukkan kawat ose dedalam salah satu tabung reaksi yang berisi bakteri
Ø  Sebelum dibuka cawan petri diflambir terlebih dahulu, lalu goreskan jarum ose pada media sesuai teknik goresan ( goresan T, goresan kuadran dan goresan sinambung)
Ø  Setelah ditutup cawan petri diflambir lagi
Ø  Kemudian di inkubasi
Ø  Kawat ose dibakar sampai membara lagi

Cara kerja isolasi tebar (spread plate)
Ø  Melakukan sterilisasi semua alat terlebih dahulu
Ø  Menyiapkan alat dan bahan
Ø  Menebarkan bakteri pada permukaan atas tabung dengan spreader
Cara kerja isolasi tuang (pour plate)
Ø  Melakukan sterilisasi semua alat terlebih dahulu
Ø  Menyiapkan alat dan bahan
Ø  Mengambil sampel campuran bakteri yang telahh diencerkan
Ø  Menyebarkan bakteri dimedia







BAB IV
Hasil dan Pembahasan
Teknik isolasi yang digunakan adalah isoalasi sebar (spread plate), isolasi tuang (pour plate), dan isolasi gores (streak plate). Mikroorganisme yang digunakan adalah beberapa macam bakteri yaitu E.colli, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus. Pada teknik isolasi sebar media yang digunakan adalah nutrient agar. Masing-masing bakteri dipipet sebanyak kurang lebih 1 ml menggunakan mikropipet, kemudian ditempatkan pada masing-masing media nutrient agar yang telah memadat. Setelah itu masing-masing bakteri diratakan dengan spreader yang telah steril. Tutup kembali cawan petri yang telah berisi bakteri. Teknik isolasi gores, media yang digunakan sama dengan teknik isolasi sebar yakni nutrient agar. Ada beberapa pola yang digunakan pada teknik isolasi gores, yaitu goresan T, goresan kuadran, dan goresan sinambung. Dalam isolasi gores, keempat bakteri masing-masing mendapatkan dua perlakuan. Sebelum melakukan isolasi gores tentukan pola yang akan digunakan. Kemudian ambil bakteri menggunakan kawat ose yang telah steril. Setelah itu, goreskan bakteri yang ada pada kawat ose pada media nutrient agar dengan mengikuti pola yang digunakan. Lakukan hal tersebut sampai masing-masing bakteri mendapatkan dua perlakuan. Teknik isolasi pour plate media yang digunakan adalah nutrient agar yang masih cair. Masing-masing bakteri dipipet kemudian dituang pada media agar yang masih cair. Gerakkan petri membentuk angka delapan agar bakteri tersebar dengan merata. Isolasi gores juga digunakan pada media agar miring. Ambil masing-masing bakteri menggunakan kawat ose kemudian goreskan pada agar miring dari bawah ke atas. Untuk kebutuhan oksigen masing-masing bakteri diambil menggunakan jarum inokulum, kemudian tusukkan pada media agar. Setelah semua isolasi dilakukan, tutup kembali media yang nerisi bakteri menggunakan platik wrap agar tidak terkontaminasi dengan mikroorganisme lain. Masukkan ke dalam incubator dan lakukan pengamatan.
      Dalam pengerjaan teknik isolasi, dilakukan prinsip kerja aseptic agar bakteri-bakteri yang akan diisolasi tidak terkontaminasi dengan mikroorganisme lainnya. Prinsip kerja aseptik dilakukan dengan menyemprotkan alcohol pada tempat yang akan digunakan. Pada saat melakukan kerja aseptic dalam isolasi bakteri, pelaksana harus menggunakan alat keselamtan kerja yang terdiri dari sepatu yang tertutup, jas lab, masker, sarung tangan, dan penutup kepala (bila perlu). Hal ini dilakukan untuk melindungi diri dari kecelakaan laboratorium dan juga untuk menerapkan prinsip kerja aseptik. Saat isolasi, pengerjaan dilakukan dengan mendekatkan alat dan bahan dengan api, karena mikroorganisme akan mati jika terkena panas. Sterilisasi Kawat ose, jarum inokulum, dan spreader yang akan digunakan untuk mengambil bakteri dilakukan dengan cara menyemprotkan alcohol kemudian dipanaskan diatas api bunsen


BAB V
Kesimpulan

Teknik kerja aseptis digunakan untuk meminimalisir kontaminasi dari mikroorganisme yang tidak diinginkandan supaya tidak terjadi perubahan sifat akibat aktivitas mikroorganisme, maka dari itu teknis kerja aseptis sangat diperlukan agar hasil pekerjaan sterilitasnya dan mencegah kontaminasi mikroba lain dalam media yang dibuat.
Teknik isolasi digunakan untuk menumbuhkan mikroba dalam media padat pada tempat yang terpisah sehhingga berkembang menajadi satu koloni yang terpisah.. dalam praktikum ini teknik isolasi mikroba menggunakan teknik isolasi streak plate, spread plate dan pour plate.


BAB VI
Daftar pustaka

Sudarwati, T.P.I., 2018, Buku Ajar Praktikum Mikrobiologi, Granti;Gresik.








Evaluasi

1.      Alasan perlunya kerja aseptik !
Teknik aseptik ini dilakukan guna melindungi dari kontaminan dan supaya tidak terjadi perubahan sifat akibat aktivitas mikroorganisme dalam larutan dari suatu botol.
2.      Apa yang dimaksud dengan isolasi ?
Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam medium buatan.
3.      Sebutkan faktok-faktor dalam mengisolasi mikroorganisme !
1. Sifat dan jenis mikroorganisme
2. Habitat mikroorganisme
3. medium pertumbuhan
4. cara menginokulasi dan inkubasi
5. cara mengidentifikasi
6. cara pemeliaraannya
4.      Sebutkan macam-macam teknik isolasi pada bakteri !
a. Isolasi tunggal
b. isolasi gores (streak plate)
·         Goresan T
·         Goresan kuadran
·         Goresan sinambung
c. Isolasi Tebar
d. isolasi tuang
e. Isolasi khamir dan jamur
5.      Sebutkan teknik isolasi pada jamur dan khamir !
·         Teknik pengenceran
·         Teknik hansen
·         Teknik lindner
·         Mikromanipulator
·         Isolasi spora dari sporangium

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KERJA ASEPTIK DAN TEKNIK ISOLASI BAKTERI

LAPORAN PRAKTIKUMMIKROBIOLOGI PRAKTIKUM 1 KERJA ASEPTIK DAN TEKNIK ISOLASI BAKTERI Disusunoleh:  KELOMPOK 3 ...