LAPORAN PRAKTIKUMMIKROBIOLOGI
PRAKTIKUM 1
KERJA ASEPTIK DAN TEKNIK ISOLASI BAKTERI
Disusunoleh:
KELOMPOK 3
Muhammad Sodik 1351810262
Yuni Nawwar Rizky wulandari 1351810278
Zahro Suryana Arief 1351810279
Arlingga Rahmania Lanuari 1351810280
Shintya Bella Aprilia 1351810281
Anis Thohiroh 1351810291
Dyah Ayu Wardani 1351810292
Mirza Elfaryani 1351810293
LABORATORIUM
MIKROBIOLGI
AKADEMI FARMASI
SURABAYA
2019
‘BAB
I
A. Latar
Belakang
Untuk melakukan
praktikum mikrobiologi praktikkan harus mengetahui salah satu hal yang penting
dalam mikrobiologi yaitu cara membebaskan alat atau media dari mikroba adalah
dengan sterilisasi. Teknik aseptis dibutuhkan untuk mencegah ataupun mengurangi
kontaminasi yang tidak diinginkan. Prosedur kerja yang
dijalankan dalam teknik kerja aseptis biasanya bersifat baku /terstandar.
Teknik kerja aseptis dibutuhkan pada pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan
dengan mikroorganisme
Dasar digunakannya
teknik kerja aseptik adalah banyaknya mikroorganisme (bakteri atau
spora) di udara yang mungkin dapat masuk ke dalam bahan ( media ), peralatan (
cawan, Erlenmeyer, dll), atau mengendap di area kerja. Pertumbuhan mikroba yang
tidak diinginkan ini dapat mempengaruhi atau mengganggu hasil dari suatu
percobaan/produksi. Mikroorganisme dapat juga ”jatuh” dari tangan operator,
sarung tangan atau jas laboratorium karena pergerakan lengan yang relatif
cepat. Penggunaan teknik aseptik meminimalisir adanya kontaminasi. Pada
kenyataanya teknik aspetis tidak dapat melindungi secara sempurna dari bahaya
kontaminan. Namun semakin pengalaman seseorang dalam melaksanakan
pekerjaan maka semakin sedikit resiko terjadinya kontaminasi.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana
teknik kerja aseptik ?
2. apa
saja teknik dalam isolasi mikroba ?
3. Bagaimana
menggunakann teknik-teknik dalam isolasi mikroba ?
C. Tujuan
1. Mahasiswa
dapat bekerja dengan menggunakan teknik kerja aseptik
2. Mahasiswa
dapat mengetahui teknik-teknik dalam isolasi mikroba
3. Mahasiswa
dapat menggunakan teknik-teknik dalam isolasi mikroba
D.
Manfaat
1. Mahasiswa
mampu memahami cara kerja teknik aseptik
2. Mahasiswa
mampu memahhami teknik-teknik dalam isolasi mikroba
3. Mahasiswa
mampu memahami cara kerja dengan menggunakan teknik-teknik dalam isolasi
mikroba
BAB
II
Tinjauan Pustaka
Isolasi merupakan metode pengambilan
mikroorganisme yang terdapat di alam dalam satu media buatan seperti NA
(Nutrient Agar) dan NB (Nutrient Broth). Prinsip dari isolasi mikroba adalah
memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lain yang berasal dari campuran
bermacam-macam mikroba. Jika sel-sel mikroba ditumbuhkan dalam media padat
(NA), maka sel-sel tersebut akan membentuk koloni baru secara terpisah dan
mudah untuk dilakukan pengamatan. Tetapi jika sel-sel mikroba ditumbuhkan dalam
media cair (NB), sel-sel mikroba tersebut akan sulit dipisahkan karena mereka
tidak tinggal tetap ditempatnya.
Ada beberapa metode isolasi yang dapat
digunakan, yaitu yang pertama isolasi tunggal dengan cara mengoleskan bahan
yang mengandung mikroorganisme pada suatu kaca penutup dengan menggunakan
mikropipet, yang kemudian diteliti dibawah objek mikroskop.Yang kedua Isolasi
gores (streak plate) dilakukan dengan cara menggoreskan jarum ose pada media
agar secara zig zag. Isolasi gores terdiri dari 3 teknik yaitu goresan T,
goresan kuadran, dan goresan sinambung. Yang ketiga adalah isolasi sebar
(spread plat) dilakukan dengan cara menebarkan mikroorganisme dalam media padat
dengan menggunakan spreader. Yang keempat adalah isolasi tuang dilakukan dengan
cara menuangkan microorganism dalam media padat yang masih cair.
Dalam pengerjaannya dibutuhkan prinsip
kerja aseptik yaitu dengan menjaga dan mencegah kontaminan terhadap kultur
mikroorganisme yang tidak diinginkan. Sumber kontaminan sendri dapat berasal
dari eksplan, mikroba, alat kultur, lingkungan kerja, dan kecerobohan
pelaksana.
BAB III
Metodelogi Penelitian
Alat :
·
Cawan petri
·
Kawat ose
·
Jarum inokulasi
·
Tabung reaksi
·
Rak tabung reaksi
·
Otoklaf
·
Oven
·
Bunsen
·
Mikropipet
·
Yellow tip dan blue tip
Bahan :
·
Nutrient Agar
·
Nutrient Broth
·
Eschericia Coli
·
Bacillus subtilis
·
Pseudomonas aeruginosa
·
Staphylococcus aureus
Cra Pengerjaan :
Cara kerja isolasi tunggal
Ø Melakukan
sterilisasi semua alat terlebihh dahulu
Ø Menyiapkan
alat dan bahan
Ø Meneteskan
bakteri pada objek glass dengan menggunakan mikropipet
Ø Kemudian
diteliti dibawah mikroskop
Cara
Kerja isolasi gores (streak plate)
Ø Melakukan
sterilisasi semua alat terlebih dahulu
Ø menyiapkan
alat dan bahan
Ø Membakar
kawat ose sampai membara, kemudian menunggu sampai agak dingin
Ø Memasukkan
kawat ose dedalam salah satu tabung reaksi yang berisi bakteri
Ø Sebelum
dibuka cawan petri diflambir terlebih dahulu, lalu goreskan jarum ose pada
media sesuai teknik goresan ( goresan T, goresan kuadran dan goresan sinambung)
Ø Setelah
ditutup cawan petri diflambir lagi
Ø Kemudian
di inkubasi
Ø Kawat
ose dibakar sampai membara lagi
Cara kerja
isolasi tebar (spread plate)
Ø Melakukan
sterilisasi semua alat terlebih dahulu
Ø Menyiapkan
alat dan bahan
Ø Menebarkan
bakteri pada permukaan atas tabung dengan spreader
Cara kerja isolasi tuang (pour plate)
Ø Melakukan
sterilisasi semua alat terlebih dahulu
Ø Menyiapkan
alat dan bahan
Ø Mengambil
sampel campuran bakteri yang telahh diencerkan
Ø Menyebarkan
bakteri dimedia
BAB
IV
Hasil
dan Pembahasan
Teknik isolasi
yang digunakan adalah isoalasi sebar (spread plate), isolasi tuang (pour
plate), dan isolasi gores (streak plate). Mikroorganisme yang digunakan adalah
beberapa macam bakteri yaitu E.colli, Bacillus subtilis, Pseudomonas
aeruginosa, dan Staphylococcus aureus. Pada teknik isolasi sebar media yang
digunakan adalah nutrient agar. Masing-masing bakteri dipipet sebanyak kurang
lebih 1 ml menggunakan mikropipet, kemudian ditempatkan pada masing-masing
media nutrient agar yang telah memadat. Setelah itu masing-masing bakteri
diratakan dengan spreader yang telah steril. Tutup kembali cawan petri yang
telah berisi bakteri. Teknik isolasi gores, media yang digunakan sama dengan
teknik isolasi sebar yakni nutrient agar. Ada beberapa pola yang digunakan pada
teknik isolasi gores, yaitu goresan T, goresan kuadran, dan goresan sinambung.
Dalam isolasi gores, keempat bakteri masing-masing mendapatkan dua perlakuan.
Sebelum melakukan isolasi gores tentukan pola yang akan digunakan. Kemudian
ambil bakteri menggunakan kawat ose yang telah steril. Setelah itu, goreskan
bakteri yang ada pada kawat ose pada media nutrient agar dengan mengikuti pola
yang digunakan. Lakukan hal tersebut sampai masing-masing bakteri mendapatkan
dua perlakuan. Teknik isolasi pour plate media yang digunakan adalah nutrient
agar yang masih cair. Masing-masing bakteri dipipet kemudian dituang pada media
agar yang masih cair. Gerakkan petri membentuk angka delapan agar bakteri
tersebar dengan merata. Isolasi gores juga digunakan pada media agar miring.
Ambil masing-masing bakteri menggunakan kawat ose kemudian goreskan pada agar
miring dari bawah ke atas. Untuk kebutuhan oksigen masing-masing bakteri
diambil menggunakan jarum inokulum, kemudian tusukkan pada media agar. Setelah
semua isolasi dilakukan, tutup kembali media yang nerisi bakteri menggunakan
platik wrap agar tidak terkontaminasi dengan mikroorganisme lain. Masukkan ke
dalam incubator dan lakukan pengamatan.
Dalam pengerjaan teknik isolasi, dilakukan prinsip kerja aseptic agar
bakteri-bakteri yang akan diisolasi tidak terkontaminasi dengan mikroorganisme
lainnya. Prinsip kerja aseptik dilakukan dengan menyemprotkan alcohol pada
tempat yang akan digunakan. Pada saat melakukan kerja aseptic dalam isolasi
bakteri, pelaksana harus menggunakan alat keselamtan kerja yang terdiri dari
sepatu yang tertutup, jas lab, masker, sarung tangan, dan penutup kepala (bila
perlu). Hal ini dilakukan untuk melindungi diri dari kecelakaan laboratorium
dan juga untuk menerapkan prinsip kerja aseptik. Saat isolasi, pengerjaan
dilakukan dengan mendekatkan alat dan bahan dengan api, karena mikroorganisme
akan mati jika terkena panas. Sterilisasi Kawat ose, jarum inokulum, dan
spreader yang akan digunakan untuk mengambil bakteri dilakukan dengan cara
menyemprotkan alcohol kemudian dipanaskan diatas api bunsen
BAB
V
Kesimpulan
Teknik kerja
aseptis digunakan untuk meminimalisir kontaminasi dari mikroorganisme yang
tidak diinginkandan supaya tidak terjadi perubahan sifat akibat aktivitas
mikroorganisme, maka dari itu teknis kerja aseptis sangat diperlukan agar hasil
pekerjaan sterilitasnya dan mencegah kontaminasi mikroba lain dalam media yang
dibuat.
Teknik isolasi
digunakan untuk menumbuhkan mikroba dalam media padat pada tempat yang terpisah
sehhingga berkembang menajadi satu koloni yang terpisah.. dalam praktikum ini
teknik isolasi mikroba menggunakan teknik isolasi streak plate, spread plate dan
pour plate.
BAB
VI
Daftar
pustaka
Sudarwati, T.P.I., 2018, Buku Ajar
Praktikum Mikrobiologi, Granti;Gresik.
Evaluasi
1. Alasan
perlunya kerja aseptik !
Teknik aseptik ini
dilakukan guna melindungi dari kontaminan dan supaya tidak terjadi perubahan
sifat akibat aktivitas mikroorganisme dalam larutan dari suatu botol.
2. Apa
yang dimaksud dengan isolasi ?
Isolasi adalah
mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam medium
buatan.
3. Sebutkan
faktok-faktor dalam mengisolasi mikroorganisme !
1. Sifat dan jenis
mikroorganisme
2. Habitat
mikroorganisme
3. medium pertumbuhan
4. cara menginokulasi
dan inkubasi
5. cara
mengidentifikasi
6. cara pemeliaraannya
4. Sebutkan
macam-macam teknik isolasi pada bakteri !
a. Isolasi tunggal
b. isolasi gores
(streak plate)
·
Goresan T
·
Goresan kuadran
·
Goresan sinambung
c. Isolasi Tebar
d. isolasi tuang
e. Isolasi khamir dan
jamur
5. Sebutkan
teknik isolasi pada jamur dan khamir !
·
Teknik pengenceran
·
Teknik hansen
·
Teknik lindner
·
Mikromanipulator
·
Isolasi spora dari
sporangium